 |
| Ferry Agustian |
Puisi puisi Ferry Agustian
lama aku tak bercerita pada angin malam,,pada rumput yang goyah tertiup sunyinya malam ini..
aku tak mampu lagi untuk menerjang perih yang akan menghentikan langkahku untuk tetap bersamamu,,aku katakan berbisik kecil pada angin,,aku isyaratkan pada tetesan hujan dan ku tuntun langkah kaki ku bersama embun pagi untuk bangunkanmu dari tidur indahmu,,,
pada kicauan burung pada,,pada sinar matahari aku mengatakan betapa aku takut untuk kehilanganmu...
kadang perih kau iriskan hatiku,,kadang luka kugoreskan dihatimu...
namun betapa bodohnya aku harus lari dari kenyataan hidup....
aku hadapkan mataku pada 2 busur panah yang siap menghampiriku kapanpun kendalinya terlepas...
aku dihadapkan pada 4 mata pisau yang siap menusuk hingga aku mati..
aku takkan bohongi siapapun..
AKU MENCINTAIMU>>tetaplah menjadi teman hidupku,,selamanya...
-----------------------------oooooo-------------------------------------------------------
semua belum sempurna baik2 saja..
masih membekas sepercik amarah yang kian hadir membelengggu diri dan memenjarakan hati pada kesunyian,,ingin kutangisi bila semua benar akan terjadi..ingin pula kusesali bila ini keadaannya..
aku tak mampu menyembunyikan rasa yang tlah kita bina bersama namun tak jua aku bisa slalu sabar bila keadaannya..
aku menangis..aku tertawa dalam kabutnya keadaan yang kian membuat kita tak perduli meskipun itu bukan bersamamu.
kian hari kita kian tak perduli.. bukan untuk mencari siapa yang salah oleh ini semua..
kebersamaan mungkin bisa memudar seiring perjalanan sang waktu..tapi pengorbanan takkan mungkin terlupakan demi sebuah kebodohan diri..
semua ku serahkan pada yang menciptakan kita,,yang mempertemukan kita,,yang mengenalkan kita dan yang membuat kita jatuh cinta..
DIA adalah ALLAH SWT..
03 Juni jam 0:43 ·
02 April jam 22:56takut...
perasaan itu kerap datang menghampiri jiwa yang terkadang kosong,
tak ada terlintas bayangan seseorang pun yang sanggup tuk kupandangi
semua kosong dan terus mengisi ketakutanku akan tak sanggupnya diri
aku takkan lari...
aku takkan pergi menjauh sekalupun itu luka
---------------------------------ooooooooooooooo-----------------------------------------------------
lama aku tak bercerita pada angin malam,,pada rumput yang goyah tertiup sunyinya malam ini..
aku tak mampu lagi untuk menerjang perih yang akan menghentikan langkahku untuk tetap bersamamu,,aku katakan berbisik kecil pada angin,,aku isyaratkan pada tetesan hujan dan ku tuntun langkah kaki ku bersama embun pagi untuk bangunkanmu dari tidur indahmu,,,
pada kicauan burung pada,,pada sinar matahari aku mengatakan betapa aku takut untuk kehilanganmu...
kadang perih kau iriskan hatiku,,kadang luka kugoreskan dihatimu...
namun betapa bodohnya aku harus lari dari kenyataan hidup....
aku hadapkan mataku pada 2 busur panah yang siap menghampiriku kapanpun kendalinya terlepas...
aku dihadapkan pada 4 mata pisau yang siap menusuk hingga aku mati..
aku takkan bohongi siapapun..
AKU MENCINTAIMU>>tetaplah menjadi teman hidupku,,selamanya...
11 Maret jam 15:30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar